Rajanya Sewa Mobil Di Purwokerto, Cilacap, Kebumen dan Purbalingga

Bahaya Dan Pasal Menggunakan Hp Saat Berkendara

 

Ponsel atau telephone genggam merupakan alat komunikasi yang praktis karena dapat dibawa kemana-mana.

Penemu telephone genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun demikian, banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibe.

 

Ponsel atau telepon selular ini diperkenalkan pada tahun 1980. Ada bermacam–macam merek ponsel yang beredar luas di masyarakat dan di fasilitasi teknologi canggih di dalam ponsel tersebut. Bahkan kamu sekarang bisa mengakses internet lewat ponsel kamu masing-masing. Namun harus dapat dikontrol cara penggunaannya. Kecanggihan telpon seluler sendiri sering dipergunakan untuk hal negatif, seperti merekam dan menyimpan adegan atau gambar porno dan sebagainya.

Larangan Penggunan Hp Saat Mengemudi

Secara spesifik tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009.

Tapi, pengendara (yang menggunakan ponsel) bisa terkena pasal 106 ayat 1 tentang pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi. Pengertian wajib mengendarai dengan penuh konsenterasi adalah, melarang kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara. Misalnya minum-minuman keras saat berkendara, mengkonsumsi obat terlarang dan menggunakan HP. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi terhadap pelanggaran pasal tersebut diatur dalam pasal 283 UU yang sama, yakni denda maksimal Rp 750 ribu dan kurungan 3 bulan.

Seringkali saya melihat orang berkendara tapi tangannya juga asyik memencet keypad hpnya. Dan saking asyiknya tidak jarang yang perlahan tapi pasti membawa kendaraannya ke tengah jalan, orang-orang egois ini tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatan tersebut, karena dapat melukai atau bahkan menghilangkan nyawa seseorang, menabrak benda-benda disekitar jalan ,dan melanggar lalu lintas.

Hal itu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain, orang-orang yang tidak tau apa-apa ikut menanggung akibatnya. bahkan dapat menyebabkan kita harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Fungsi hp yang sebenarnya adalah mempermudah kita dalam berkomunikasi,  bukan untuk disalah gunakan oleh masyarakat, ketika menggunakan hp pada saat berkendara, maka otak pengemudi bisa dipaksa untuk berpikir hal-hal lainnya. Sehingga konsentrasi menjadi terpecah dan tidak fokus ke jalan, akibatnya konsentrasi dalam mengendalikan kendaraan pecah. Apalagi ketika sedang sms, maka tingkat kewaspadaan akan jauh berkurang. Mengemudi sambil sms atau telfon bahayanya 6 kali lebih parah dibanding mengemudi dibawah pengaruh alkohol.

Penelitian yang dilakukan oleh GHSA (Governors Highway Safety Association), Amerika Serikat, menemukan bahwa menelpon atau ber-SMS pada saat mengemudi merupakan penyebab terbesar terjadinya kecelakaan di jalan raya. Penelitian Internasional pun mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel saat mengemudi menyumbangkan satu dari setiap empat kecelakaan lalu lintas. Bahaya penggunaan ponsel saat berkendara bukan pada cara kita menggunakannya (termasuk memakai handsfree), melainkan lebih pada topik pembicaraan atau apa yang sedang kita bicarakan saat itu. Jadi bahayanya adalah karena otak pengemudi dipaksa berpikir hal-hal lainnya saat mengemudi, sehingga konsentrasi menjadi terpecah.

Undang-Undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas Dan Angkutan Jalan Pada Pasal 283 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 menyebutkan:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).”


Sementara pada Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No.22 Tahun 2009 sendiri berisi :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”
Dalam keadaan tertentu yang sangat urgent/darurat apabila ada telepon atau SMS penting, alangkah baiknya menepi terlebih dahulu untuk menerimanya, demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain.

Patuhilah setiap peraturan lalu lintas, Semenarik apapun menggunakan telepon genggam dan sepenting apapun informasi yang akan didapat melalui telepon genggam, bukankah masih jauh lebih menarik dan penting keselamatan anda. Siapapun lawan bicara yang akan menghubungi kita melalui telepon genggam, mereka akan menyadari bahwa hak untuk menjawab telepon genggam seratus persen berada di tangan si pemilik telepon genggam. Masih banyak kesempatan untuk mengulangi panggilan yang sama.
 

Semoga bermanfaat, dan berkendaralah dengan waspada, jadilah pelopor lalu lintas.

 

www.paditrans.com

Source : susantha1974.blogspot.com

Terbaru

Jangan lupa cek oli mesin, dan pelajari waktu pergantiannya.

Tiap berapa bulan Anda harus ganti oli mobil…

Bahaya Dan Pasal Menggunakan Hp Saat Berkendara

 

Ponsel atau telephone genggam merupakan alat komunikasi yang praktis…

Destinasi Wisata Negara Asia Dengan Budget Terjangkau

 

Anda ingin merasakan liburan ke luar negeri, tetapi tidak…

Sejarah Perkembangan Transportasi

 

Zaman sudah semakin modern, sarana transportasi sudah semakin maju.